dalam pembelajaran mengenai Shorinji kempo. pendalaman akan keilmuan dilakukan melalui dua hal yaitu konsep/ teori serta teknik beladiri. dalam pendekatan teknik pemahaman mengenai ide dasar dari filosfi Shorinji Kempo kurang begitu dikenal bahkan hampir dilupakan bagi praktisinya.
dalam tulisan ini setidaknya upaya untuk melakukan pendekatan pada ide Kongo Zen dapat dilakukan untuk menjadi perspektif atau upaya mempelajari Kempo.
secara lebih detail KONGO-Zen secara deskrpisi terdiri dari dua kata dasar yaitu "kongo" yang dalam bahassa Jepang berarti berlian lalu "Zen" yang dalam deskrpisi dari So-DoShin dijelaskan sebagai salah satu pendekatan Buddhism untuk mencari dan menemukan kembali hal paling hakikat dalam diri manusia.
secara khusus Zen-Buddhism adalah salah satu cabang dari Buddhism yang mempercayai keberadaan hakekat manusia sebagai makhluk yang baik dan tidak ternoda, namun keberadaan ini menjadi cemar seiring berjalannya waktu dengan realita hidup yang dialami. secara keseluruhan ide mengenai Kongo-Zen dapat diartikan sebagai upaya untuk menggali kebaikan dan hakekat kemanusiaan dalam diri seseorang serta menguatkan tubuh yang menjadi tempat nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan tersebut bersemayam agar nilai-nilai kebaikan ini dapat terpancar keluar.
dalam memahami Kongo-Zen sebagai sebuah ide yang harus diperhatikan secara menyeluruh adalah keberadaan manusia sebagai individu juga sebagai makhluk sosial. mengapa hal ini menjadi penting?, hal ini dikarenakan keberadaan manusia adalah sebuah realitas hidup yang membawa setiap individu bertemu dengan realitanya masing-masing. namun dalam pemahaman mengenai Kongo-Zen keberadaan realita hidup masing-masing manusia tidak bisa sepenuhnya dipahami oleh karena realitas manusia akan selalu bergerak lebih jauh daripada realita-subyektif yang dialami seorang individu.
oleh karena sifat dari realita inilah maka seorang individu memberdayakan dirinya hingga memperoleh pengetahuan untuk menjelaskan dan menghadapi realita yang dihadapi. dalam upaya menghadapi dan memahami realita tersebut keberadaan pikiran tidak bisa menjadi satu-satunya hal yang digunakan ,keberadaan tubuh sebagai bagian paling dekat dalam bersentuhan dengan realita yang bisa dirasakan oleh individu harus dikembangkan bersamaan dengan pikiran. Dengan kata lain keberadaan tubuh dan pikiran adalah dua hal yang menjadi landasan utama keberadaan ide Kongo-Zen harus dilakukan.
Sebagai upaya mewujudkan pelatihan Kongo-Zen secara utuh keberadaan realita dari masing-masing individu harus bisa bertemu dan ber-dinamika dalam suatu upaya agar bisa saling menguatkan dan mengembangkan. oleh karena hal inilah pelatihan tubuh dan pikiran dalam sebuah beladiri Shorinnji Kempo dilakukan.
dalam penjelasannya mengenai Shorinji Kempo dengan Kongo-Zen So-Doshin menjelaskan jika Shorinji Kempo adalah "ekspresi" dari Kongo-Zen dimana dari penjelasan ini dapat ditangkap jika nilai-nilai dari konsep KOngo-Zen dapat dirasakan dan dipelajari melalui pembelajaran Shorinji Kempo. dengan kata lain keberadaan ide Kongo-Zen disimulasikan dalam praktek Shorinji Kempo sebagai sebuah pelatihan tubuh dan juga ruang refleksi bagi seseorang untuk saling memahami keberadaan realita yang dialami. secara tidak langsung pelatihan Shorinji Kempo tidak bisa dipahami hanya sebatas sebuah pelatihan beladiri yang benar-benar diterapkan untuk bertarung atau lebih jauh untuk membunuh, namun latihan didalam Shorinji Kempo harus didasarkan pada pemikiran dasar mengenai keberadaan tubuh yang tidak bisa dilepas dari pikiran yang berdasar pada nilai kemanusiaan yang harus dikembangkan.
dari ide ini alasan dari So-Doshin menjelaskan Shorinji Kempo sebagai sebuah beladiri yang didasari sebagai sebuah pelatihan beladiri non kompetisi dapat dipahami. hal ini dikarenakan keberadaan ide mengenai kompetisi memberi penekanan pada ide mengenai upaya menjatuhkan lawan dan cenderung untuk rela melukai diri-sendiri maupun lawan demi kepentingan pribadi. hal ini secara jelas sangat bertentangan dengan ide Kongo-Zen yang mendambakan peran masyarakat yang dilakukan oleh orang-orang terlatih secara tuibuh dan pikiran sehingga dapat menciptakan ruang hidup yang harmonis. selain dari alasan ini dapat juga dilihat jika dasar pemikiran mengenai "menemukan kebaikan" yang sangat mendasar didalam realita pribadi juga merupakan upaya yang sudah pasti melawan diri sendiri dengan sangat radikal. oleh karena upaya ini dilakukan dengan benar-benar reflektif dan menyangkal banyak hal yang menjadi banalitas kebenaran dalam diri.
dari sini dapat disimpulkan jika keberadaan Shorinji Kempo dengan hubungannya pada pemikiran KOngo Zen memiliki relasi yang tidak bisa dipisahkan secara konsep oleh karena praktek Shorinji Kempo dilakukan juga oleh karena ide Kongo Zen merupakan landasan dari praktek beladiri Shorinji Kempo. oleh karena hal inilah keberadaan Shorinji Kempo dalam pembhasannya dijabarkan dalam 6 ciri Shorinji Kempo dan dijelaskan kembali dalam praktek konseptual yang selalu dimunculkan dalam praktek latihan-ujian kenaikan tingkat.

Komentar